Faber Mundi: Sang Pembangun
Mandat
dari sang pencipta untuk manusia selain menghamba adalah memimpin. Dengan
keistimewaan yang dimiliki manusia yakni akal budi nya, manusia mampu
melahirkan berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Bukan hanya ilmu pengetahuan,
berbagai penemuan alat, bidang seni, sastra dan masih banyak lagi.
Penemuan-penemuan ini lah yang kedepannya menjadi landasan utama, manusia untuk
membangun kebudayaan baru. yang akhirnya membentuk yang namanya peradaban
manusia.
Secara
bahasa, peradaban atau “civilation"
adalah penduduk yang memiliki kemajuan dan lebih baik. Masyarakat pemilik
kebudayaan tersebut sudah pasti memiliki peradaban yang tinggi. dalam bahasa
Inggris disebut “civilization".
Sedangkan, dalam bahasa Jerman “Die
Zivilsation". Asal kata “civilization"
dalam bahasa latin adalah “civilis"
yang berarti sipil, berhubungan dengan kata “civis" (penduduk) dan “civitas"
(kota).
Peradaban
manusia terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Perkembangan
peradaban tersebut tidak saja terjadi dalam ranah fisiknya saja, namun juga
terjadi dalam ranah substansi. Sebagai contoh, pemahaman akan istilah peradaban
saja sampai mengalami fase-fase yang cukup signifikan. Terlebih lagi jika
terjadi persinggungan antara peradaban satu dengan yang lainnya.
Seiring
dengan perjalanan hidup manusia yang sudah begitu panjang di muka bumi ini,
maka berbagai macam peradaban pun telah terbentuk. Banyak peradaban yang telah
mewarnai kehidupan manusia. Setiap peradaban tentu saja memiliki konsep
tersendiri yang nantinya akan membedakan peradaban tersebut dengan peradaban
lainnya dan akan tampil dengan keberbedaan satu-sama lain.
Sebut
saja ada peradaban tertua di dunia Mesopotamia ada lagi Mesir Kuno, India,
China dan banyak masih banyak lagi. Mengutip dari laman Liputan6.com "Arti penting air dan peradaban manusia".
Ternyata air merupakan unsur terpenting dalam menghidupi proses pembangunan
peradaban manusia.
Tercatat
dalam sejarah dunia bahwa seluruh peradaban tertua dan terbesar manusia,
dialiri air sebagai sumber daya penting yang mereka butuhkan. Wilayah yang
dialiri air menjadikan tanah disekitarnya subur sehingga manusia yang dulu
berpindah-pindah tempat (nomaden)
mulai hidup menetap dengan bercocok tanam dan membangun peradaban.
Peradaban
Mesopotamia tumbuh dan berkembang pada milenium ke 4 sebelum Masehi di Kawasan
subur yang dialiri oleh 2 sungai yakni Sungai Eufrat dan Sungai Tigris. Ada
pula sungai Nil yang menjadi awal peradaban Mesir Kuno hingga mampu membangun
Piramida yang kokoh berdiri dengan agungnya. Di Asia Selatan muncul peradaban
India Kuno yang berada di sekitar Sungai Indus, Sedangkan di wilayah Asia,
tepatnya China Kuno terdapat peradaban di lembah Sungai Yangtze yang kemudian
membangun kebudayaan Neopolitik tertua di China.
Berbicara
soal air saya teringat seorang filsuf yunani kuno yang teori terkenalnya adalah
air yaitu Thales. Bagi Thales jagad semesta ini berawal dari air, air adalah
unsur utama pembentuk alam raya. Jika kita hubungkan dengan bukti adanya
peradaban kuno tadi teori dari Thales ini terbukti baik empirik maupun
rasional. Selanjutnya peradaban manusia semakin berkembang pesat seiring
berjalannya zaman. Berbagai lompatan besar terjadi, mulai dari sektor
pendidikan, industri, pertanian dan seterusnya. Akhirnya kita sampai pada zaman
serba maju, otomatis dan praktis. Yakni zaman peradaban modern.
Menurut orang modern hari ini mereka tidak lagi menganggap dirinya sebagai Victor Mundi yakni orang yang berziarah di dunia. Melainkan sebagai Faber Mundi orang yang telah menciptakan dunianya. Baginya orang dulu hanya singgah dibumi makan lalu mati, namu sekarang manusia adalah pencipta masa depan dunia.
Perjalanan
panjang manusia akhirnya sampai pada titik terang, bangkitnya sains dan
teknologi menjadi lompatan besar manusia modern. Renaisance bisa juga disebut zaman pencerahan merupakan spirit yang
digaungkan oleh manusia modern, karena berhasil meruntuhkan dominasi
otoritarian agama yang selama ini agama terlalu mengontrol manusia. Bisa
dikatakan kalau manusia modern ini memberontak dan membebaskan diri dari jerat
aturan agama.
Pada
akhirnya lahirlah istilah antroposentrisme,
yang biasa di artikan merupakan, hari ini manusia menjadi pusat dari segalanya
baik sains dan teknologi. Nah, ada 3 penemuan besar yang menurut saya menjadi
titik tumpu lompatan besar manusia modern kala itu. Yakni Penemuan Kompas, seni
cetak dan bubuk mesiu ada apa dengan 3 penemuan ini? Mari kita kupas perlahan.
Ditemukannya
kompas menjadilan orang eropa berlayar menjelajahi dunia timur dan awal dari
lahirnya istilah 3G (Gold, Glory, Gospel).
Kolonialisme bisa dikatakan lahir atas semangat yang di bawa renaisans ditambah
3G sebagai semacam jargon kala itu. Dengan kompas ini dimulailah era Colombus,
Marcopolo dan lain sebagainya.
Selanjutnya
penemuan seni cetak, dengan ditemukannya seni cetak distribusi ilmu pengetahuan
tidak hanya berputar di kalangan kaum elite, semua orang bisa mengakses dan
mempajarinya. Dari sinilah mulai adanya surat kabar, majalah, poster-poster dan
lain sebagainya.
Berikutnya
ditemukannya bubuk mesiu, penemuan mesiu menjadi embrio awal senjata api yang
kita kenal saat ini. Kala itu mesiu menjadi penemuan besar yang menandakan
kekuasaan feodal telah runtuh, karena kaum proletar dapat memiliki senjata
tersebut. Kaum proletar seakan menemukan apa yang ia cari selama ini, mesiu
menjadi harapan kaum proletar.
Romo Franz Magnis-Suseno berpendapat ada dua alasan mendasar mengapa manusia tidak dapat menolak teknologi. Pertama, manusia modern tidak dapat menjamin pemenuhan kebutuhan dasarnya tanpa hadirnya teknologi. Kedua, kemenangan budaya teknologi sudah tidak dapat digagalkan lagi. Hal ini menjadikan manusia tidak memilki alternatif lain selain harus mempelajari sekaligus menguasai teknologi, serta harus memanfaatkannya untuk dapat memecahkan masalah-masalah yang dihadapi manusia. Bertitik tolak dari ini, maka tidaklah ada alas hak untuk menolak teknologi dan teknologi telah diterima menjadi bagian hidup dan kehidupan manusia.
Diterimanya teknologi sebagai bagian tidak terpisahkan manusia berangkat dari sejarah kehidupan manusia itu sendiri yang selalu berusaha menciptakan teknologi untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Teknologi yang diciptakan oleh manusia akanlah selalu berkembang sesuai peradaban manusia. Sejarah peradaban manusia dimulai dengan kehi-dupan yang sederhana. Pada mulanya manusia hanya membutuhkan makanan dan tempat berlindung menopang hidupnya dari hari ke hari, tidak ada perencanaan masa depan waktu itu. Kehidupan manusia yang berkembang semakin maju dan membentuk peradaban
Kemajuan
sains dan teknologi hari ini justru menghantarkan manusia menuju gerbang
kehancuran, sebut saja ketika ditemukannya bom atom, bioweapon, wacana membentuk koloni di planet mars. Tercatat tragedi
Hiroshima dan Nagasaki merupakan pertama
kali bom atom digunakan dalam dunia militer, dampaknya bisa dilihat betapa
mengerikannya kehancuran yang ditimbulkan “Si
Little Boy” julukan bom atom itu. Bayangkan jika perang dunia 3 pecah yang
di isukan akan terjadi perang nuklir antar negara.
Inilah
hendaknya yang harus disadari setiap manusia, bahwa penemuan suatu teknologi
harus dilihat jangka panjangnya, layak kah teknologi ini digunakan? Bagaimana
nantinya umat manusia di masa depan?. Masifnya perkembangan teknologi tanpa
memperhatikan sisi humanis hanya akan menghantarkan manusia menuju gerbang
pemusnahan peradaban.
Muhammad Faried
Devisi Literasi DEMA FUAD 21/22
Desain Cover: Zulfa Ilma Nuriana

0 komentar:
Post a Comment