BAGIAN 2: SIAPA ITU MANUSIA?

 


Faber Mundi: Sang Pembangun

Mandat dari sang pencipta untuk manusia selain menghamba adalah memimpin. Dengan keistimewaan yang dimiliki manusia yakni akal budi nya, manusia mampu melahirkan berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Bukan hanya ilmu pengetahuan, berbagai penemuan alat, bidang seni, sastra dan masih banyak lagi. Penemuan-penemuan ini lah yang kedepannya menjadi landasan utama, manusia untuk membangun kebudayaan baru. yang akhirnya membentuk yang namanya peradaban manusia.

Secara bahasa, peradaban atau “civilation" adalah penduduk yang memiliki kemajuan dan lebih baik. Masyarakat pemilik kebudayaan tersebut sudah pasti memiliki peradaban yang tinggi. dalam bahasa Inggris disebut “civilization". Sedangkan, dalam bahasa Jerman “Die Zivilsation". Asal kata “civilization" dalam bahasa latin adalah “civilis" yang berarti sipil, berhubungan dengan kata “civis" (penduduk) dan “civitas" (kota).

Peradaban manusia terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Perkembangan peradaban tersebut tidak saja terjadi dalam ranah fisiknya saja, namun juga terjadi dalam ranah substansi. Sebagai contoh, pemahaman akan istilah peradaban saja sampai mengalami fase-fase yang cukup signifikan. Terlebih lagi jika terjadi persinggungan antara peradaban satu dengan yang lainnya.

Seiring dengan perjalanan hidup manusia yang sudah begitu panjang di muka bumi ini, maka berbagai macam peradaban pun telah terbentuk. Banyak peradaban yang telah mewarnai kehidupan manusia. Setiap peradaban tentu saja memiliki konsep tersendiri yang nantinya akan membedakan peradaban tersebut dengan peradaban lainnya dan akan tampil dengan keberbedaan satu-sama lain.

Sebut saja ada peradaban tertua di dunia Mesopotamia ada lagi Mesir Kuno, India, China dan banyak masih banyak lagi. Mengutip dari laman Liputan6.com "Arti penting air dan peradaban manusia". Ternyata air merupakan unsur terpenting dalam menghidupi proses pembangunan peradaban manusia.

Tercatat dalam sejarah dunia bahwa seluruh peradaban tertua dan terbesar manusia, dialiri air sebagai sumber daya penting yang mereka butuhkan. Wilayah yang dialiri air menjadikan tanah disekitarnya subur sehingga manusia yang dulu berpindah-pindah tempat (nomaden) mulai hidup menetap dengan bercocok tanam dan membangun peradaban.

Peradaban Mesopotamia tumbuh dan berkembang pada milenium ke 4 sebelum Masehi di Kawasan subur yang dialiri oleh 2 sungai yakni Sungai Eufrat dan Sungai Tigris. Ada pula sungai Nil yang menjadi awal peradaban Mesir Kuno hingga mampu membangun Piramida yang kokoh berdiri dengan agungnya. Di Asia Selatan muncul peradaban India Kuno yang berada di sekitar Sungai Indus, Sedangkan di wilayah Asia, tepatnya China Kuno terdapat peradaban di lembah Sungai Yangtze yang kemudian membangun kebudayaan Neopolitik tertua di China.

Berbicara soal air saya teringat seorang filsuf yunani kuno yang teori terkenalnya adalah air yaitu Thales. Bagi Thales jagad semesta ini berawal dari air, air adalah unsur utama pembentuk alam raya. Jika kita hubungkan dengan bukti adanya peradaban kuno tadi teori dari Thales ini terbukti baik empirik maupun rasional. Selanjutnya peradaban manusia semakin berkembang pesat seiring berjalannya zaman. Berbagai lompatan besar terjadi, mulai dari sektor pendidikan, industri, pertanian dan seterusnya. Akhirnya kita sampai pada zaman serba maju, otomatis dan praktis. Yakni zaman peradaban modern.

Menurut orang modern hari ini mereka tidak lagi menganggap dirinya sebagai Victor Mundi yakni orang yang berziarah di dunia. Melainkan sebagai Faber Mundi orang yang telah menciptakan dunianya. Baginya orang dulu hanya singgah dibumi makan lalu mati, namu sekarang manusia adalah pencipta masa depan dunia.

Perjalanan panjang manusia akhirnya sampai pada titik terang, bangkitnya sains dan teknologi menjadi lompatan besar manusia modern. Renaisance bisa juga disebut zaman pencerahan merupakan spirit yang digaungkan oleh manusia modern, karena berhasil meruntuhkan dominasi otoritarian agama yang selama ini agama terlalu mengontrol manusia. Bisa dikatakan kalau manusia modern ini memberontak dan membebaskan diri dari jerat aturan agama.

Pada akhirnya lahirlah istilah antroposentrisme, yang biasa di artikan merupakan, hari ini manusia menjadi pusat dari segalanya baik sains dan teknologi. Nah, ada 3 penemuan besar yang menurut saya menjadi titik tumpu lompatan besar manusia modern kala itu. Yakni Penemuan Kompas, seni cetak dan bubuk mesiu ada apa dengan 3 penemuan ini? Mari kita kupas perlahan.

Ditemukannya kompas menjadilan orang eropa berlayar menjelajahi dunia timur dan awal dari lahirnya istilah 3G (Gold, Glory, Gospel). Kolonialisme bisa dikatakan lahir atas semangat yang di bawa renaisans ditambah 3G sebagai semacam jargon kala itu. Dengan kompas ini dimulailah era Colombus, Marcopolo dan lain sebagainya.

Selanjutnya penemuan seni cetak, dengan ditemukannya seni cetak distribusi ilmu pengetahuan tidak hanya berputar di kalangan kaum elite, semua orang bisa mengakses dan mempajarinya. Dari sinilah mulai adanya surat kabar, majalah, poster-poster dan lain sebagainya.

Berikutnya ditemukannya bubuk mesiu, penemuan mesiu menjadi embrio awal senjata api yang kita kenal saat ini. Kala itu mesiu menjadi penemuan besar yang menandakan kekuasaan feodal telah runtuh, karena kaum proletar dapat memiliki senjata tersebut. Kaum proletar seakan menemukan apa yang ia cari selama ini, mesiu menjadi harapan kaum proletar.

Romo Franz Magnis-Suseno berpendapat ada dua alasan mendasar mengapa manusia tidak dapat menolak teknologi. Pertama, manusia modern tidak dapat menjamin pemenuhan kebutuhan dasarnya tanpa hadirnya teknologi. Kedua, kemenangan budaya teknologi sudah tidak dapat digagalkan lagi. Hal ini menjadikan manusia tidak memilki alternatif lain selain harus mempelajari sekaligus menguasai teknologi, serta harus memanfaatkannya untuk dapat memecahkan masalah-masalah yang dihadapi manusia. Bertitik tolak dari ini, maka tidaklah ada alas hak untuk menolak teknologi dan teknologi telah diterima menjadi bagian hidup dan kehidupan manusia.


Diterimanya teknologi sebagai bagian tidak terpisahkan manusia berangkat dari sejarah kehidupan manusia itu sendiri yang selalu berusaha menciptakan teknologi untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Teknologi yang diciptakan oleh manusia akanlah selalu berkembang sesuai peradaban manusia. Sejarah peradaban manusia dimulai dengan kehi-dupan yang sederhana. Pada mulanya manusia hanya membutuhkan makanan dan tempat berlindung menopang hidupnya dari hari ke hari, tidak ada perencanaan masa depan waktu itu. Kehidupan manusia yang berkembang semakin maju dan membentuk peradaban

Kemajuan sains dan teknologi hari ini justru menghantarkan manusia menuju gerbang kehancuran, sebut saja ketika ditemukannya bom atom, bioweapon, wacana membentuk koloni di planet mars. Tercatat tragedi Hiroshima dan Nagasaki  merupakan pertama kali bom atom digunakan dalam dunia militer, dampaknya bisa dilihat betapa mengerikannya kehancuran yang ditimbulkan “Si Little Boy” julukan bom atom itu. Bayangkan jika perang dunia 3 pecah yang di isukan akan terjadi perang nuklir antar negara.

Inilah hendaknya yang harus disadari setiap manusia, bahwa penemuan suatu teknologi harus dilihat jangka panjangnya, layak kah teknologi ini digunakan? Bagaimana nantinya umat manusia di masa depan?. Masifnya perkembangan teknologi tanpa memperhatikan sisi humanis hanya akan menghantarkan manusia menuju gerbang pemusnahan peradaban.


Muhammad Faried

Devisi Literasi DEMA FUAD 21/22

Desain Cover: Zulfa Ilma Nuriana

0 komentar:

Post a Comment