Pada
tanggal 7 November 2021 DEMA FUAD kembali mengadakan acara Dialog Lintas
Iman(DLI). Acara ini rutin digelar setiap periode kepengurusan, dengan
mengusung tema "Agama, Konflik & Integrasi Sosial" acara tersebut
sukses dilaksanakan. Turut juga mengundang seluruh HMJ se-FUAD, LSO serta DEMA
se-UIN SATU bertempat di Aula Dinas Ketahanan Pangan Tulungagung.
FUAD
sebagai fakultas kemanusiaan selalu peka diri terhadap berbagai kejadian yang
terjadi di masyarakat. Apalagi jika itu berkaitan dengan agama, untuk itu tema
yang diangkat kali ini adalah agama, konflik dan integrasi sosial. Setelah
usainya acara ini diharapkan teman-teman FUAD selalu menanamkan sifat pluralis
terhadap saudara yang beda agama.
DLI
tahun kali ini mengundang 4 pemateri, Pak Da'i Robbi (Yayasan Aswaja Tulungagung), Pak Rudy Wijaya & Didiek Firmanto
(Katolik Tulungagung), Pak Wawan
Susetya (Budayawan Tulungagung) dan di moderatori oleh mbak Fitria Rizka
Nabelia (Peneliti IJIR). acara
tersebut antusias di ikuti oleh peserta offline dan online.
Para
pemateri juga mengharapkan acara ini rutin digelar, agar tetap menyambungkan
tali persaudaraan antar agama, khususnya di Tulungagung. Menurut mereka konflik
agama itu sering terjadi akibat kurangnya pemahaman dasar tentang kerukunan
umat beragama yang kemudian memercikan api konflik ditengah masyarakat. Hal
tersebut sangat mungkin terjadi karena Indonesia merupakan negara yang beragam
agamanya.
Berlanjut
pada acara selanjutnya MILAD FUAD berlangsung dengan khidmat meskipun hujan
deras mengguyur lokasi acara. Mengundang juga narasumber Mas Yahya selaku
Mantan Ketua DEMA FUAD 2018, Mas Tamba Ketua DEMA FUAD 2019, Mbak Mita Ketua
DEMA FUAD 2020 dan Mas Rafhi ketua DEMA saat ini.
Para
narasumber selalu mewanti-wanti kepada warga FUAD perihal pentingnya Membaca,
Menulis dan Berdiskusi. Karena itu lah budaya asli dari warga FUAD, ciri khas
ini hendaklah di jaga keorisinilanya serta diwariskan kepada setiap generasi
baru di FUAD. Bisa dibilang itu lah yang membuat FUAD menjadi "Jantung dari UIN SATU" kata pak
Dekan.
Berlanjut
pada acara selanjutnya yakni prosesi potong tumpeng sebagai acara puncak dari
MILAD FUAD. Harapannya FUAD yang kini semakin besar SDM harus juga semakin
meninggi keintelektualanya, FUAD harus fleksibel dalam mengawal perkembangan
zaman. Walau pun budaya celana sobek dan rambut gondrong adalah budaya lama
yang masih dilanjutkan oleh generasi FUAD jaman now, harus selalu dibarengi
juga dengan solusi wacana segar dan aktif dalam mengawal kemanusiaan yang
terjadi.
Jaringan
Mahasiswa FUAD!
JAMFUD!!
Muhammad Faried
Devisi Literasi DEMA FUAD 2021
Desain Cover: Zulfa Ilma Nuriana
0 komentar:
Post a Comment